Koneksi Antar Materi - Modul 3.1


Koneksi Antar Materi - Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Kamis, 8 Agustus 2024

Tujuan Pembelajaran Khusus :
1. CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat dengan beraneka cara dan media
2. CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang dilakukannya.

Kegiatan Pematik

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya :

"Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan           mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik"             
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).            Yulia Adriani
                                           Bob Talbert                                                           CGP Angkatan 10

 ¤ Dari kutipan diatas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari          saat ini ?
Dari kutipan diatas menjelaskan bahwa untuk menumbuhkan kemampuan akademik murid itu sangatlah penting, selain itu pembentukan karakter dan moral anak jauh lebih. Pemberdayaan potensi murid dapat diarahkan untuk membangun karakter pribadi sehingga dapat menjadi individu yang mempunyai tujuan  serta menjadi orang yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungnnya. Dalam proses pembelajaran yang saya pelajari saat ini, dimana sebagai pemimpin pembelajaran kita harus mengedepankan etika sebagai dasar dalam pengambilan keputusan karena bersumber dari prinsip dan nilai-nilai kebajikan serta pengambilan keputusan harus berpihak pada murid agar mereka tidak kehilangan arah dan tujuan.

¤ Bagaimana prinsip-prinsip atau nilai-nilai yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita ?
Dalam pengambilan suatu keputusan terdapat 3 prinsip dilema etika diantaranya yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan berpikir berbasis rasa peduli. Ketiga prinsip tersebut dapat disesuaikan pada saat pengambilan keputusan yang kita hadapi, dengan demikian apapun prinsip yang kita gunakan haruslah bersumber dari nilai-nilai kebajikan universal yang tentunya harus berpihak pada murid dan dapat dipertanggungjawabkan agar nantinya keputusan yang kita ambil akan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan sekita kita.

¤ Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda ?
Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita harus siap terhadap kejadian-kejadian yang terjadi disekolah. Kita harus mampu memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan yang tentunya keputusan tersebut berpihak pada  murid kita. Dalam pengambilan keputusan hendaknya kita harus berpedoman pada prinsip dan nilai-nilai kebajikan serta bertanggung jawab terhadap hasil keputusan. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah memberikan contoh atau teladan kepada murid kita tentang bagaimana car mengambil keputusan yang bijak, jelas dan terarah.

Education is the art of making man ethical. 
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berprilaku etis.
〰 Georg Wilhelm Friedrich Hegel 〰 

¤ Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan  ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini ? Jelaskan pendapat Anda.
Maksud dari kutipan diatas jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang saya alami setelah mempelajari modul ini dimana kita sebagai pendidik atau pemimpin dalam pembelajaran hendaknya kita mengajarkan tentang bagaimana membentuk karakter murid-murid kita menjadi berprilaku etis melalui pengambilan keputusan yang berseumber pada prinsip dan nilai-nilai kebajikan dan  berpihak pada murid serta dapat bertanggung jawab.

✅Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antar Materi)

¤  Bagaimana filosofis Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin ?

✅Filosofis Pratap Triloka merupakan salah satu konsep penting dalam pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara, memiliki relevansi yang sangat kuat dalam konteks pengambilan keputusan seorang pemimpin. Pratap Triloka  terdiri dari tiga semboyan yang memilik makna mendalam dalam konteks pendidikan dan kepimpinana diantaranya :
  1. Ing ngarso sung taladha : Artinya didepan menjadi contoh, ini mengacu kepada peran pemimpin sebagai panutan bagi yang dipimpin dalam mengambil keputusan yang bijak
  2. Ing madya mangun karsa ; Artinya ditengah membangun semangat, ini menunjukkan bahwa pimpinan harus mampu memotivasi dan membangkitkan semangat kerjasama, mampu memberdayakan serta bisa membuat orang lain memiliki kekuatan atau potensi.
  3. Tut wuri handayani : Artinya dibelakang memberi dorongan, seorang pemimpin harus memberikan dukungan dan dorongan kepada yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan
¤ Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan ?

Sebagai pemimpin dalam pembelajaran, kita harus memiliki nilai-nilai yang kita tanam dalam diri kita yang mampu menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid seprti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berpihak pada murid tentunya. Nilai-nilai ini tentunya memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap ke 3 prinsip yang kita gunakan dalam pengambilan keputusan. Nilai-nilai layaknya kompas moral yang memandu kita dalam memilih tindakan yang dianggap benar dan sesuai dengan keyakinan kita.

¤ Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan coaching (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil ? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masih ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut ? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi coaching yang telah dibahas pada sebelumnya.

✅Materi pengambilan keputusan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kegiatan bimbingan dalam perjalanan proses pembelajaran. keduanya saling melengkapi dan mendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Pada modul sebelumnya proses coaching membantu coachee untuk menemukan dan menggali potensi ataupun ide-ide dari coachee tersebut terkait permasalahan yang coachee hadapi. Sedangkan di modul ini kita merefleksikan apakah keputusan yang kita buat sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai kebajikan dan dapat dipertanggungjawabkan, menjadi sebuah solusi atau jutru menimbulkan sebuat permasalahan baru dikemudia hari.Dalam pembelajaran pengambilan keputusan kita diberikan ilmu yang bermanfaat bagaimana kita mengambil keputusan dengan menerapkan salah satu dari keempat paradigma, 3 prinsip pengambilan keputusan serta 9 langkah pengujian keputusan yang harus kita ambil.

¤ Bagaimana kemampuan guru dalam mengelolah dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika ?

✅Kemampuan guru dalam mengelolah dan menyadari aspek sosial emosional  berperan penting dalam pengambilan keputusan, terutama pada dilema etika.  Guru memiliki  kesadaran diri dalam memahami perasaan, mengelolah emosi, regulasi diri, kesadaran sosial yang mampu memahami sudut pandang dan dapat berempati kepada orang lain, keterampilan hubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab akan lebih mampu membuat keputusan yang tepat dan etis serta siap menghadapi situasi yang menantang.

¤ Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik ?

✅Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik dapat melatih ketajaman dan ketepatan dalam pengambilan suatu keputusan, sehingga dapat membedakan antara dilema etika atau bujukan moral. Sebagai pendidik ketika kita dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah  moral dan etika akan berpengaruh oleh prinsip dan nilai-nilai yang dianutnya. Keputusan yang diambil akan semakin jelas dan menjadi sebuah keputusan yang dapat mengakomodir kebutuhan murid dan dapat menciptakan sesuatu kebahagiaan semua pihak berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan nilai-nilai kebajikan yang dianutnya.

¤ Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman ?

✅Sebagai seorang pemimpin pembelajaran kita sering dihadapkan pada situasi dimana kita diharuskan mengambil sesuatu keputusan yang mungkin masih kita ragukan benar atau tidak langkah yang kita ambil.Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu kasus tersebut apakah dilema etika atau bujukan moral. Jika kasus tersebut dilema etika, maka kita harus menganalisa dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sehingga hasilnya jelas dan tentunya akan berdampat baik sehingga terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. 

¤ Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini ? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda ?
✅Dalam pengambilan keputusan terkait dengan kasus dilema etika, pasti akan menemukan kesulitan-kesulitan yang pastinya akan kita temui dilingkungan sekolah. Dimana pengambilan keputusan tidak melibatkan pihak guru ataupun warga sekolah lainnya, sering terjadi perbedaan pendapat dan pandangan diantara pihak-pihak yang terlibat dalam kasus yang mempersulit tercapainya kesepakatan. Adanya rasa ketidakenakan dengan pihak-pihak terdekat di lingkungan sekolah menimbulkan rasa kasihan dan terburu-buru dalam pengambilan keputusan, permasalahan dalam pengambilan keputusan inilah yang mengembalikan ke masalah perubahan paradigma di lingkungan sekitar saya.

¤ Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita ?

Pada materi 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Banyak pengaruh yang sangat signifikan terkait pengambilan keputusan dilema etika. Sebagai pendidik, sebelumnya saya sering menemukan kasus dilema namun belum bisa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan benar, setelah saya mempelajari lebi dalam modul ini saya berusaha untuk mengambil keputusan dengan menerapkan nilai-nilai kebajikan, 4 paradigma, 3 prinsip serta 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sehingga keputusan tersebut jelas dan terarah, bisa dipertanggung jawabkan dan tentunya berpihak pada murid agar mereka mendapatkan keselamatan dan kebahagian setinggi-tingginya maka kita telah mampu memerdekakan mereka dalam belajar karena sebagai pendidik, jika kita mengambil sebuah keputusan yang tepat dan jelas maka akan mempengaruhi pengajaran dan pembelajaran yang tentunya terwujud pendidikan yang memerdekakan murid-murid kita disekolah.

¤ Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya ?

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran tentu kita pernah dihadapkan dalam pengambilan keputusan yang tentunya akan mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid kita disekolah. Jika kita mengambil keputusan yang kita ambil sudah mempertimbangkan kebutuhan murid maka murid tersebut dapat menggali potensi yang ada didalam diri mereka dan kita sebagai pemimpin dalam pembelajaran telah berhasil dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya dan menuntun mereka dalam pengembangan potensi yang dimiliki sehingga keputusan tersebut berpengaruh pada keberhasilan dari murid dimasa depannya.

¤ Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan kaitannya dengan modul-modul sebelumnya ?

Kesimpulan dari modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran dapat dikaitkan dengan modul yang telah dipelajari sebelumnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk memerdekakan murid-murid kita di masa depan terutama dalam hal pembelajaran. Sebagaimana dijelaskan oleh Bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang anak pada anak agar mereka mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam melaksanakan prose pendidikan, seorang pendidik harus mampu melihat dan memahami kebutuhan belajar muridnya serta mampu mengelolah kompetensi sosial emosional yang dimiliki terutama dalam mengambil keputusan mengenai kasus dilema etika. Sebagai pemimpin dalam pembelajaran, dalam pengambilan keputusan guru bisa melakukan tehnik coaching untuk menggali setiap potensi atau ide-ide dari coachee sehingga pemimpin bisa memprediksi hasil dari pengambilan keputusan tersebut. Keterampilan coaching ini dapat membantu murid  dan rekan sejawat dalam mencari solusi atas permasalahanya sendiri dengan menggali ide-ide yang ada di dalam diri mereka. Selain itu sebagai pemimpin pembelajaran kita harus memiliki kompetensi kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial dan keterampilan berhubungan sosial sehingga pengambilan keputusan yang diharapakan bisa jelas dan terarah.

Demikianlah tugas koneksi antar materi yang saya buat, semoga apa yang saya tuangkan bisa bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih


 

Comments

Popular posts from this blog

2.1.a.4.1 Forum Diskusi - Eksplorasi Konsep